Jumat, 29 Agustus 2014

SYRINGE PUMP


I.                   GAMBAR ALAT

   


     
II.                DATA SPESIFIKASI
         Merk                                  : ACMA
         Input tegangan                     : 230 VAC / 50/60 Hz
         Klasifikasi                           : kelas II, Type CF
         Batteray                              : 8 * AA NIMH, 9.6 VDC 2000 mAh
         Kondisi  penyimpanan         : -20 ~ +55ÂșC, ≤93% RH ( no condensation)
        Tekanan                               : 700 ~ 1060 hPa
        Konsumsi daya                     : ≤ 15 VA

III.             PENGERTIAN ALAT
adalah perangkat medis yang digunakan untuk memberikan cairan ke dalam tubuh pasien dalam jumlah besar atau kecil, dan dapat digunakan untuk memberikan nutrisi atau obat - seperti insulin atau hormon lainnya, antibiotik, obat kemoterapi, dan penghilang rasa sakit. dengan cara yang terkendali.

IV.             BAGIAN BAGIAN ALAT.
a.      Tampak Depan










Keterangan      :
1.      LCD DISPLAY
2.      CHARGE LED
3.      AC LED
4.      ALARM  LED
5.      WORKING LED
6.      ON / OFF
7.      START / STOP
8.      SILENCE
9.      MENU
10.  MODE
11.  PURGE
12.  UP KEY
13.  DOWN KEY
14.  ENTER
15.  SHUTTLE
16.  SYIRINGE INSTAL SLOT
17.  SYIRINGE PLAT
18.  WATERPROOF CLOTH
19.  PRESSURE SENSOR
20.  OPEN NUT
21.  PLUNGER HOOK
22.  PUSHER
23.  V SHAPE SLOT

b.      Tampak belakang
 





   


Keterangan      :
1.      CASCADE SCREW
2.      CASCADE BAR
3.      PUMP FEET
4.      BATTERAY COVER
5.      MODEL TAG
6.      PUMP HANDLE
7.      COMMUNICATED PORT
8.      AC POWER INLET
9.      CLAMP SCREW
10.  CLAMP FOLDING SWITCH
11.  POLE CLAMP
12.  HAND WHELL

V.            CARA PENGOPERASIAN
a)       Hubungkan kabel power dengan jala-jala PLN jika tidak menggunakkan batteray,
b)      Hidupkan alat dengaan menekan tombol power ON/OFF,
c)      Ketika alat dihidupkan system akan mengkalibrasi sendiri sebelum digunakkan, seteleh itu system masuk ke work mode,
d)     Setting work mode, setelah starup tekan tombol menu dan enter, atur work mode seperti Rate(ml/h) mode, Time mode, Weight mode,
e)      Atur parameter injeksi,
f)       Atur injection rate,
g)      Atur injection volume,
h)      Tekan tombol start,
i)        Pada saat injeksi berjalan akan dihentikkan sementara dengan menekan tombol START / STOP,
j)        Ketika alarm berbunyi tekan tombol SILENCE,
k)      Setelah selesai digunakkan teken tombol ON/OFF selama lebih dari 2 detik untuk mematikkan.

  
VI.             TROUBLESHOOTING

Permasalahan
Penyebab
Perbaikkan
Alat tidak bisa dihidupkan
Kabel power belum dihubungkan
Cek kabel power apakah sudah terhubung.
Batteray rusak

Hentikkan pengoperasian dan ganti batteray yang baru.
Batteray low
Cas batteray sampai penuh selama lebih dari 8 jam dengan menghubungkan alat dengan jala-jala dan hidupkan alat.


Occlusion Alarm






Selang menekuk
Luruskan kembali selang
Syringe tidak sesuai
ganti syiringe
Sensor tekanan rusak
Hubungi vendor
Syiring tidak terinstal dengan benar
Install ulang syiring
Alarm syiringe mati
Syiringe belum terinstal
Install syiringe
Syiring tidak terinstal dengan benar
Install ulang syiring
Alarm nut tidak normal
Posisi nut tidak benar
Atur posisi nut diatas
Alarm kecepatan tidak normal
Batteray rusak
Gunakkan tegangan AC dan ganti batteray
Alarm batteray low
Tegangan batteray dibawah
 9.3 V
Hubungkan dengan AC power dan cas batteray
Alarm selesai
Seluruh isi telah  diinjeksikkan
Tekan tombol start/stop, kembalikkan alarm
Alarm alat tidak digunakkan
Jangan operasikkan alat selama 2 menit
Tekan tombol untuk mengembalikkan alarm

VII.            PERAWATAN DAN PERBAIKAN

Perawatan  berkala sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali, jika terdapat kerusakkan pada  alat hentikkan penggunaan alat dan hubungi teknisi alat untuk memperbaiki.
·  Pastikkan tidak ada kerusakkan pada alat dan komponen,
·  Hubungi teknisi untuk melakukkan pengecekkan alat secara berkala
·  Cek batteray setiap 6 bulan sekali
·  Charge batteray sampai penuh selama lebih dari 8 jam dengan menghubungkan alat dengan power AC,
·  Jika alat tidak dapat terhubung dengan power AC, cek fuse pada alat.

VIII.       KESIMPULAN
Dari praktek yang telah saya lakukan saya dapat tarik kesimpulan bahwa alat ini sangat di perlukan, Karena digunakan untuk memberikan cairan ke dalam tubuh pasien dalam jumlah besar atau kecil, dan dapat digunakan untuk memberikan nutrisi atau obat - seperti insulin atau hormon lainnya, antibiotik, obat kemoterapi, dan penghilang rasa sakit. dengan cara yang terkendali.


I.                   BLOK DIAGRAM ALAT

II.                CARA KERJA INFUSION PUMP
·         Kontroller adalah semua bagian elektronik yang mengatur semua setting dari flow rate, volume.
·         Sensor flow berfungsi untuk mendeteksi laju aliran yang diberikan ke pasien. Rangkaian kontroller merupakan pusat dari seluruh kerja dari infusion pump.
·         Setting infusion pump terdiri dari flow rate, volume diberikan ke kontroller melalui rangkaian input key.
·         Sensor akan mendeteksi tetesan dari botol infus dan mengirim sinyal kembali ke motor drive. Kondisi tersebut akan berulang terus sehingga cairan infus akan menetes sesuai dengan setting flow rate.
·         Apabila sensor flow tidak mendeteksi adanya cairan maka kontroller akan mengirim sinyal alarm occlusion yang berarti cairan infus telah habis atau slang tersumbat sehingga tidak ada aliran.
III.             CARA PENGOPERASIAN
a)      Pasang cairan infus dan selang infus
b)      Pasangkan / hubungkan selang infus pada alat infusion pump
c)      Hidupkan alat dengan menekan tombol power ke posisi ON
d)     Atur infus set pada infuse pump (15 dr/cc, 19 dr/cc, 20 dr/cc, 60 dr/cc) sesuai infuse set yang digunakan.
e)      Atur jumlah cairan yang akan diberikan pada pasien tiap jam.
f)       Atur alarm
g)      Tekan start untuk memulai pemberian cairan.
h)      Setelah selesai, matikan alat dengan menekan tombol power ke posisi OFF
i)        Lepas selang infus dari alat
j)        Rapikkan kembali alat.

IV.             Troubleshooting

Permasalahan
Perbaikkan
Occlusion alarm
-          Lepas selang infus dan bersihkan sumbatannya
Infus tidak dapat menetes
-          Cek  motor penggerak actuator jika perlu diganti.


V.                KESIMPULAN

Dari praktikum penggunaan alat yang telah di lakukan,dapat di simpulkan bahwa alat infusion pump ini sangat di butuhkan fungsinya.Dengan menggunakan peralatan ini semua kontrol dilakukan secara otomatis secara elektronik sehingga akan meringankan tugas dari operator sehingga memperkecil terjadinya kesalahan.

Mohamad Sofie, ST, MT. 
Dosen Akademi Teknik Elektromedik Semarang
Organisasi:
DPD Ikatemi Jawa Tengah
Gakeslab Jawa Tengah

Alfakes Pusat

Kamis, 28 Agustus 2014

ELECTRO SURGERY UNIT (ESU)


I.                   GAMBAR  ALAT


II.             DATA SPESIFIKASI
       Nama alat                          : Electrosurgical generator HV 300 A
       Frekuensi kosumsi            : 500KHz
       Buatan                               : Beijing
       Tegangan                           : 220 VAC , 50/60 HZ
       Layar                                 : Touchscreen
III.           DASAR TEORI
Proses pembedahan sebelum adanya perkembangan teknologi dilakukan dengan cara biasa, yaitu dengan pisau bedah. Pembedahan konvensional ini terkadang menyebabkan pasien banyak mengeluarkan darah.Dengan menggunakan ESU, pendarahan yang terjadi pada saat tindakan pembedahan dapat diminimalisir, karena pembuluh darah yang tebuka disekitar luka dapat langsung menutup. 
Pengoperasian ESU dibagi menjadi 2 (dua) mode, yaitu bipolar dan monopolar. Mode bipolar biasa digunakan pada bedah minor untuk proses koagulasi (pembekuan). Sebuah elektroda berbentuk pinset digunakan untuk menjepit jaringan yang tidak diinginkan, kemudian arus listrik frekuensi tinggi mengalir dari ujung elektroda melewati jaringan tadi kemudian menuju ujung elektroda yang lain. Pada mode monopolar digunakan dua elektroda terpisah, yaitu elektroda aktif dan elektroda pasif/ netral dengan permukaan yang lebih luas yang ditempatkan dekat dengan lokasi yang akan dibedah. Arus listrik akan terpusat pada elektroda aktif dan elektroda netral didesain untuk mendistribusikan arus listrik dengan tujuan mencegah kerusakan jaringan. Mode monopolar lazimnya digunakan pada bedah mayor dengan metode pemotongan/ cutting.Oleh karena itu, mode bipolar lebih banyak digunakan untuk melakukan pembedahan minor.
IV.          FUNGSI ALAT
ESU berfungsi sebagai alat bedah dengan memanfaatkan arus listriK frekwensi tinggi.Dimana arus listrik frekuensi tinggi digunakan untuk memotong, menggumpal, mengeringkanatau jaringan berkilat.Saat pembedahan dilakukan, sering terjadi kehilangan darah saat jaringan dan pembuluh darah dipotong dan mengakibatkan pendarahan.Untuk menghindariatau mengurangi kehilangan darah.
Pada penggunaan Elektrosugery  Unit, digunakan arus listrik yang besar dengan frekwensi tinggi yang berguna untuk memaksimalkan efek panas (termal) dan meredam terjadinya efek faradik dan efek ektrolitik, oleh karena itu dipergunakan frekwensi diatas 300 KHz.Penggunaan  arus listrik didalam pembedahan untuk mengurangi pendarahan.Namun kerugiannya akan mengakibatkan terjadinya luka bakar, dan memungkinkan sel-sel jaringan disekitarnya mati.Arus frekwensi tinggi yang dihasilkan oleh rangkaian akan terjadi pada saat tombol elektroda aktif atau foot switch ditekan, sehingga arus listrik frekwensi tinggi mengalir dari elektroda aktif kejaringan tubuh dan tersalur menuju elektroda netral.
Arus listrik digunakan untuk memotong danmengentalkan jaringan. Ketika arus listrik dilewatkan melalui jaringan, akan terjadi pemanasan mengakibatkan evaporasi yang pada akhirnya akan menghancurkan sel-sel.Dengan demikian, proses pemotongan, pembekuan dan dehidrasi sel-sel darah dan jaringandapat dilakukan dengan kehilangan darah yang minimal.
V.           JENIS ELEKTRODA ESU







VI.             BLOK DIAGRAM


Cara kerja  :
Power supply mendapat inputan dari jala – jala PLN, kemudian power supply akan memberikan tegangan kesemua rangkaian, pada rangkaian osilator sebagai pembangkit frekwensi dan akan diatur penggunaannya oleh rangkaian kontrol yang kemudian akan masuk ke rangkaian modulator untuk dimodulasikan dan akan dikuatkan oleh pre amp dan kemudian dikuatkan lagi oleh rangkaian power amp yang akan menghasilkan frekwensi tinggi dan akan dikeluarkan melalui patient plate (elektroda pasif). Sedangkan untuk arus dari supply yang masuk ke HF generator akan diisolasikan, sehingga mengahasilkan frekwensi tinggi dengan pulsa yang berbeda untuk cutting, berbentuk sinus yang terendam. Setelah itu rangkaian akan mengendalikan dalam penggunaannya, bentuk dapat dipilih sesuai kebutuhan baik untuk cutting maupun untuk coagulasi. Output dari HF generator akan dikeluarkan melalui elektroda aktif.

VII.          CARA  PENGOPERASIAN ALAT
1.    Hubungkan kabel power dengan jala-jala PLN
2.    Hidupkan alat dengan menekan tombol power
3.    Setelah lampu indikatorESU menyala, berarti ESU siap dioperasikan.
4.    Setting ESU yang akan digunakan
5.    Pasang electrode pasif/ground dan aktifnya
6.    Lakukan operasi dengan menekan hand swich/ foot swich
7.    Setelah penggunaan selesai, sterilkan cutternya dan semua badan alat.
8.    Rapikan alat ke tempatnya semula.

VIII.       PERAWATAN ALAT
a.       Bersihkan alat dengan kain basah
b.      Cek elektroda aktif maupun pasif
c.       Kalibrasi alat 1minimal 1 tahun sekali oleh badan kalibrasi
d.      Setting and adjustement .

IX.             TROUBLE SHOOTING DAN PERBAIKAN
1.    Alat tidak menyala
- cek kabel power pastikan sudah terhubung  dengan jala-jala PLN
- cek fuse , jika putus ganti yang baru.
2.    Elektroda tidak mengeluarkan HF
- cek elektrodanya, jika rusak ganti yang baru
- cek modul pembangkit HF, jika rusak ganti modul tersebut.
3.    Arus bocor pada elektroda
- cek elektroda pada alat jika sudah tidak layak pakai segera diganti
- pastikkan elektroda pasif/ground terpasang

X.                KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa alat ESU adalah alat penting dalam proses pembedahan masa kini, karena mempunyai kemampuan lebih cepat membekukan darah sehingga pasien di harapkan tidak kehilangan banyak darah, dan membuat kondisinya tetap stabil. Namun demikian masih ada kekurangan dari ESU yaitu menyebababkan sedikit luka bakar pada kulit.

KELISTRIKAN DALAM TUBUH KITA

A.        Kelistrikan Sel Tahukah kita sebenarnya dalam tubuh kita terdapat aktifitas kelistrikan? Ya ternyata dalam tubuh kita ter...